Minggu, Oktober 20, 2013

Kisah Lancang Kuning


 

bermula dari sebuah kerajaan besar yang berpusat di Bukit Batu, Bengkalis. Kebesaran dan kejayaan panji-panji kerajaan tersebut adalah berkat kerja keras serta kejujuran dan kecintaannya kepada seluruh rakyat yang dipegang oleh Datuk Laksamana Perkasa Alam yang dibantu dengan dua orang kepercayaannya. Panglima Umar dan Panglima Hasan.
Senyampang dengan perjalanan sang waktu, pada suatu ketika, dengan santun dan penuh hormat, Panglima Umar menyampaikan isi hatinya kepada Datuk Laksamana Perkasa Alam untuk menyunting Zubaidah, si bunga negeri.

Sambil tersenyum, Datuk Laksamana pun memberikan restu. Karena mengingat jasa-jasa Panglima Umar yang selama ini telah mengabdikan dirinya pada kerajaan dengan tanpa cacat maka, Datuk Laksamana bertekad akan menggelar perhelatan besar-besaranpada waktu pernikahan tersebut.
Alih-alih ikut berbahagia atas pernikahan sahabatnya, perhelatan besar itu membuat Panglima Hasan yang selama ini diam-diam menyimpan perasaan yang sama pada Zubaidah menjadi terbakar oleh dendam.
Siasat busuk pun langsung disusun. Dengan licik, Panglima Hasan mendatangi rumah salah seorang bomoh (dukun, peramal-pen) kerajaan yang bernama Domo untuk menyampaikan mimpinya kepada Datuk Laksamana agar membuat Lancang Kuning (perahu, kapal-pen) untuk mengamankan seluruh perairan dari lanun.
Mengingat kerajaannya memiliki perairan yang demikian luas, Datuk Laksamana pun langsung setuju dan memerintahkan agar Lancang Kuning segera dibuat. Waktu terus saja berlalu, menjelang Lancang Kuning usai dibuat, mendadak tersiar kabar bahwa Bathin Sanggoro, melarang keras para nelayan Bukit Batu untuk mencari ikan di wilayah kekuasaannya, Tanjung Jati.
Datuk Laksmana pun langsung memerintahkan Panglima Umar yang sebenarnya ingin mendampingi sang istri saat melahirkan anak pertamanya, akhirnya memutuskan untuk berangkat. Setelah mengarungi lautan selama beberapa hari, akhirnya, Panglima Umar beserta pasukan pilihannya menapakkan kaki mereka di Tanjung Jati.
Ketika kabar itu ditanyakan kepada Bathin Sanggoro, dengan cepat lelaki bertubuh kekar itu menyahut; “Tak ada niatan atau kata-kata terlontar yang menyatakan hamba melarang nelayan Bukit Batu untuk mencari ikan di Tanjung Jati”.
Kata-kata itu membuat Panglima Umar harus berpikir keras untuk mengurai makna yang terkandung di dalamnya. Ketika akan pulang, Bathin Sanggoro pun berbisik; “Panglima, tolong selidiki dari mana asal muasalnya berita tersebut”.
Dalam perjalanan pulang, Panglima Umar langsung berkeliling untuk mencari si pembuat berita bohong tersebut. Dan tak terasa, sebulan sudah ia dan pasukan pilihannya melanglangbuana.
Ketika malam purnama penuh, nun jauh di sana, semua penduduk dan pemuka kerajaan Bukit Batu berbanjar dengan tertib di tepi laut untuk menyaksikan peluncuran Lancang Kuning. Semua bergembira, kecuali, Zubaidah yang dengan setia menanti suaminya yang belum juga kembali dari menunaikan tugasnya.
Sementara itu, beragam keperluan yang berhubungan dengan peluncuran Lancang Kuning telah disiapkan dengan saksama. Upacara yang dimulai dengan tepung tawar pada dinding Lancang Kuning yang dilakukan oleh Datuk Laksamana dan dilanjutkan oleh Panglima Hasan lalu pengasapan akhirnya, semua yang hadir diminta untuk berdiri di samping Lancang Kuning. Berbarengan dengan ingarnya bebunyian yang ditabuh, maka, semua yang memegang dinding Lancang Kuning diminta untuk mendorongnya ke laut lepas. Tetapi apa daya, walau dilkakukan berkali-kali, tetapi, Lancang Kuning tak juga bergeming dari tempatnya. Dengan muka merah padam, Bomoh Domo datang bersembah pada Datuk Laksamana sambil berbisik; “Ampunkan hamba tuanku, Lancang Kuning ternyata meminta korban perempuan hamil sulung”.
Setelah termenung beberapa saat, akhirnya, terdengar suara lantang Datuk Laksamana; “Peluncuran Lancang Kuning ditunda sampai datang waktu yang tepat!” Semua yang hadir, termasuk para pemuka kerajaan pun dengan tertib kembali ke rumahnya masing-masing. Alih-alih kembali, Panglima Hasan yang sudah dirasuk rindu dendam malahan menemui Zubaidah. Perempuan yang waktu itu sedang merenung terkejut dan langsung bertanya; “Mengapa engkau kembali lagi Panglima Hasan?”
Jangankan menjawab, Panglima Hasan malahan balik bertanya dan merayu Zubaidah; “Apa yang kau tunggu dan harapkan Zubaidah. Panglima Umar tak mungkin pulang lagi, biarkanlah aku yang menjadi ayah dari anak yang tengah kau kandung itu”.
Zubaidah pun marah dan langsung menyergah; “Cis … tak sudi aku menjadi istri dari seorang pengkhianat!”
“Jika engkau masih menolak, maka, tubuhmu akan kujadikan gilingan Lancang Kuning yang akan diluncurkan ke laut”, sahut Panglima Hasan tak kalah sengit sambil memberikan tanda kepada beberapa begundal setianya.
Apa daya tenaga seorang wanita yang tengah hamil tua. Dengan mata tertutup, Panglima Hasan langsung mendorong tubuh Zubaidah ke bawah Lancang Kuning dan memerintahkan para begundalnya untuk mendorong perahu besar tersebut ke laut lepas. Ajaib … walau hanya didorong oleh beberapa orang saja, Lancang Kuning berhasil masuk ke laut lepas dengan meninggalkan tubuh Zubaidah yang berserakan di tepian pantai. Berbarengan dengan lunas Lancang Kuning menyentuh air laut, cuaca yangbsemula benderang sontak berubah. Hujan mendadak turun bak ditumpahkan dari langit disertai dengan petir yang berlompatan dan angin yang menderu. Sementara itu, Panglima Umar mulai merapat ke Pelabuhan Bukit Batu.
Tanpa berlama-lama, Panglima Umar pun segera melangkah pulang untuk menemui istrinya. Jangankan melontarkan kata ungkapan pelepas rindu, yang didapati hanyalah rumah kosong belaka.
“Jangan-jangan Zubaidah menantiku di pelabuhan”, demikian bisik hati Panglima Umar yang langsung melangkah menuruti kata hatinya. Tak lama kemudian ia bertemu dengan Panglima Hasan yang menceritakan bahwa Zubaidah telah dijadikan gilingan Lancang Kuning oleh Datuk Laksamana. Tanpa banyak tanya, Panglima Umar langsung ke tepian pantai yang menjadi tempat peluncuran Lancang Kuning. Ya … dengan perasaan tak menentu ia melihat serakan daging dan tulang sang istri tercinta. Disapunya darah yang belum sempat mengering di tanah dan diusapkannya ke wajahnya sambil berkata dengan lantang; “Aku akan membuat perhitungan pada Datuk Laksamana!” Belum lama melangkah, Panglima Umar melihat Datuk Laksamana berjalan ke arahnya. Tanpa banyak tanya, Panglima Umar yang sudah dirasuki dendam langsung menghujamkan pedangnya ke perut Datuk Laksamana yang langsung tewas seketika. Pada helaan napas yang ketiga, datang Pawang Domo yang menceritakan kejadian sebenarnya. Bergegas Panglima Umar pun langsung mencari musuhnya, PanglimamHasan.
Dari kejauhan, tampak Panglima Hasan telah bersiap-siap untuk melarikan diri dengan menggunakan Lancang Kuning.
Tetapi sayang, belum tali tambat terlepas, Panglima Umar telah berhasil mendekati dan berkata dengan lantang sambil menghunus pedangnya; “Malam ini, siapa di antara kita yang akan mati dengan disaksikan oleh seluruh penduduk negeri!”
Saling serang pun terjadi hingga akhirnya bagian perut dan dada Panglima Hasan berhasil tergores dengan dalam oleh pedang Panglima Umar. Perlahan, tubuh itu mulai lunglai, berlutut dan akhirnya terjatuh ke laut lepas.
“Aku tak mungkin kembali ke Bukit Batu karena telah membunuh Datuk Laksamana akibat fitnah keji Panglima Hasan yang juga baru saja kubunuh … karena itu, aku akan pergi selama-lamanya dengan menggunakan Lancang Kuning!”, demikian kata Panglima Umar dari atas Lancang Kuning yang mulai bergerak perlahan ke tengah laut.
Menurut tutur, ketika sampai di Tanjung Jati, Lancang Kuning disapu oleh angin puting beliung hingga karam. Panglima Umar dan Lancang Kuniung terkubur di tengah laut, sementara, kerajaan Bukit Batu pun mulai mundur dan akhirnya hilang ditelan zaman kecuali beberapa keluarga saja.
kopas : http://forum.viva.co.id/sejarah/714556-kisah-lancang-kuning-sebuah-kisah-mistis.html
 

Rabu, Januari 23, 2013

SEORANG NENEK MENCURI SINGKONG


Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong,nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya kelaparan ...

Namun manajer PT X** ( Y ** grup ) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lainnya.

Hakim Marzuki menghela nafas., dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, 'maafkan saya', katanya sambil memandang nenek itu,.

Saya tidak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tidak mampu membayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU'.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim Marzuki mencopot topi , membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang sejumlah 1jt rupiah ke dalam topi tersebut dan berkata kepada hadirin...

"Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yang membiarkan seseorg kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya....

" Sdr panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa ."
Sampai palu diketuk dan hakim Marzuki meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang 3,5jt rupiah...

Termasuk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT X *** yang tersipu malu karena telah menuntutnya.

Sungguh sayang kisahnya luput dari pers.

Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yang bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media untuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain agar bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh hakim Marzuki yang berhati mulia.

Semoga dapat menjadikan teladan bagi kita semua.

foto Strawberry.

Minggu, Agustus 26, 2012

Sukur ...


Kapan Rasa ini ... timbul...Di hati kita....?

KETIKA....Aku ingin hidup KAYA, aku lupa bahwa HIDUP adalah sebuah KEKAYAAN.. ..

KETIKA....Aku takut MEMBERI, aku lupa bahwa semua yang aku miliki adalah PEMBERIAN.. ..

KETIKA aku ingin jadi yang TERKUAT, aku lupa bahwa dalam KELEMAHAN, Allah memberikan aku KEKUATAN.. ..

Ketika aku takut RUGI,aku lupa bahwa Hidupku adalah sebuah KEBERUNTUNGAN karena AnugerahNYA.. ..

Ternyata hidup ini sangat i

ndah, jika kita tahu bersyukur kepadaNYA.. ..

Semoga kita senantiasa mnjadi pribadi yang selalu bersyukur.. ..

Minggu, Agustus 12, 2012

Hujan es dinegeri sendiri...hujan emas dinegeri orang....


Fenomena alam sekarang semakin aneh dan pelik saja, hal - hal yang jarang kita lihat hari ini ku saksikan di belakang kantor tempat kerjaku... apaan tu hujan es.... kan jarang terjadi ... hujan es terbentuk jika awan yang jatuh berbentuk butiran sudah memenuhi karekteria..

Dalam ilmu meteorologi hujan es disebut juga hail, yaitu presipitasi yang terdiri dari bola-bola es. Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air yang dingin di atmosfer pada lapisan di atas freezing level. Es yang terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar. Karena ukurannya, walaupun telah turun ke aras yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat tidak semuanya mencair. Hujan es tidak hanya terjadi di negara sub-tropis, tapi bisa juga terjadi di daerah ekuator. Proses lain yang dapat menyebabkan hujan adalah riming, dimana uap air lewat dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terjadilah es dengan ukuran yang besar.

Hujan terjadi karena adanya peningkatan suhu udara, kelembaban udara yang, dan ketidakstabilan udara yang sangat tinggi. Ketiga faktor tersebut yang membuat pembentukan awan cumulonimbus (awan yang berbentuk seperti bunga kol berlapis-lapis, dapat menyebabkan hujan yang sangat deras, bahkan disertai badai dan topan). Hujan es dapat terjadi karena di dalam awan tersebut yang terdapat butiran es sangat dingin sampai naik keketinggian lebih dari 8 km atau sekitar lebih dari 30.000 kaki. Butiran es akan turun bersama hujan dan tidak sampai mencair karena suhu udara di sekitarnya lebih dingin dari di dalam awan.

Sabtu, Juni 16, 2012

Cinta Dalam Bentuk Lain

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya,
bahwa saya menginginkan perceraian.
"Mengapa ?", dia bertanya dengan terkejut.
"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan".
Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya,
tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak, Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat
mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya ?
(gumam ku di dalam hati). Dan akhirnya dia bertanya,

"Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?".
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,
"Saya punya pertanyaan, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam hati,
saya akan merubah pikiran saya “.
Sayangku, seandainya saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung,
akan tetapi kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu kamu akan mati,
apakah kamu akan melakukannya untukku ?".
Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok".
Hati saya langsung gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas
dengan coretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat.
Disitu tertulis ... "Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu,
tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya".
Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya, namun saya melanjutkan untuk membacanya.
" Kamu sering mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program-program di PC dan
akhirnya menangis di depan monitor karena panik, namun saya selalu memberikan
jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.
Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.
Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi,
saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.
Kamu selalu pegal-pegal pada waktu "teman baikmu" datang setiap bulannya, dan
saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.
Kamu senang diam di rumah dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi "aneh".
Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami. Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku sambil tidur dan itu semua tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.
Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai,
menikmati matahari pagi dan pasir yang indah.
Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu “.
" Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati.
Karena saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.
Sayangku, saya tahu ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari apa
yang dapat aku lakukan. Namun jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku,
mataku tidak juga cukup bagimu, maka aku tidak akan bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu ".
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur,
tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.
" Sayang, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita,saya sekarang sedang berdiri didepan menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas sayangku,
biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia ".
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan
wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Oh… kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari
hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita,
dan bukan mengharapkan wujud tertentu

Jumat, Maret 30, 2012

BBM...Naik... Seceng

Saat jaman serba susah. Harga BBM (Harga Bahan Bakar Minyak) mo naik melambung April , yang mengakibatkan di berbagai perusahaan memPHK karyawannya. Salah satu yang terkena PHK adalah Paijo. Bulan ini ia tidak bisa lagi mengirim uang untuk istrinya yang cantik ( dulu kembang desa ) di kampung halaman nya di desa.
Paijo hanya bisa mengirim surat ,Isinya demikian:
Istriku Tercinta, Maafkan kanda sayang, bulan ini Kanda tidak bisa mengirim uang untuk kebutuhan keluarga di rumah. Kanda hanya bisa mengirimmu one thousand ciuman. Paling cinta, dari Kanda Paijo

Seminggu kemudian Paijo mendapat surat balasan dari istri tercintanya:
Kanda Paijo tersayang, Terima kasih atas kiriman seceng ciumanmu. Untuk bulan ini Dinda akan menyampaikan laporan pengeluaran keluarga :

Tukang minyak bersedia menerima a pair of ciuman setiap kali membeli five liter minyak tanah. Tukang listrik mau dibayar dengan four ciuman per tanggal ten setiap bulannya. Pemilik kontrakan rumah mau dibayar cicil dengan three kali ciuman setiap harinya. Engkoh pemilik toko bahan makanan tidak mau dibayar pakai ciuman. Ia maunya dibayar dengan yang lain.. Ya terpaksa Dinda berikan saja. Hal yang sama juga Dinda berikan buat kepala sekolah dan gurunya si Udin yang sudah three bulan nunggak uang sekolah.. Besok Dinda mau ke pegadaian untuk tukerin two hundred ciuman dengan uang tunai, karena yang punya pegadaian sudah bersedia menukarkan two hundred ciuman bayaran lainnya dengan uang 650ribu, lumayan buat ongkos sebulan. Keperluan pribadi Dinda bulan ini mencapai fifty ciuman. Kanda tersayang.. bulan ini Dinda merasa jadi orang yang paling kaya di kampung, karena sekarang Dinda memberikan piutang ciuman ke banyak pemuda di kampung kita dan siap ditukar kapan pun Dinda butuhkan. Kanda, dari kanda masih tersisa one hundred twenty five ciuman, apakah kanda punya ide? Atau dinda tabung saja ya? Paling sayang, dari Dinda seorang.

Gedubrak!! Paijo pun Pingsan.
Sumber: lupa gak ingat dari mana tadi ya hehehe

Sabtu, Desember 31, 2011

Ke Sumatra Barat ... ?.. liburan yuk....

Yes…Liburan sekolah telah tiba, mumpung besok long weekend dan udah lama direncanakan kami siap-siap melakukan liburan ke Sematra barat, yang sangat terkenal dengan budaya dan alam yang eksotis.

Kelok 9 siapa yang tidak kenal dengan jalan yang melingkar dan membelok 9 kali, Lurah berangin di Pasaman, lembah yang tingginya ratusan meter jika terjadi kecelakaan dipastikan jarang ada nyawa yang selamat, Panen ikan larangan di Lubuk sikaping Pasaman, dimana ikan dilarang diambil setahun sekali dipanen bersama-sama, Pemandian dan lokasi wisata alam rimbo panti pasaman, terkenal dengan air panas alam yang bisa merebus telor hingga matang, para wisatawan bisa membawa telur mentah atau ada juga yang menjualnya disekitar tempat wisata untuk dimasak diair panas tersebut, Rumah gadang dimana rumah yang dibuat atapnya seperti tanduk kerbau dan dibuat besar, karna disana umumnya ada beberapa keluarga yang menepati rumah tersebut dan di sumatra barat rumah gadang masih dapat kita nikmati kelestariannya, Wisata ikan sakti sungai Janiah di bukittinggi ikan di danau kecil yang tetap lestari karna ikan tersebut tidak pernah diambil, terlindungi menurut adat dan leganda, Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazid Sutan Gigi Ameh. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur (Sekretaris Kota). Pada masa penjajahan Belanda, jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan, sedangkan pada masa pendudukan Jepang, berbentuk klenteng. Pada masa kemerdekaan, bentuknya berubah lagi menjadi ornamen rumah adat Minangkabau, Ngarai sianok wisata alam indah di kota bukittinggi,Pembuatan Lobang jepang, ini dilakukan secara rahasia. Dimulai pada Tahun tahun 1942 dan baru dijadikan objek wisata pada tahun 1986. Karena untuk menjaga kerahasiaan Lubang ini, Jepang memperkerjakan orang-orang dari luar Sumatera. Supaya tidak ada yang buka mulut, maka setelah selesai menjalankan tugasnya para pekerja itu dibunuh.

di setelah semua siap pukul 02:00 wib kami mulai injak gas, perjalan ini kami usahak sesantai mungkin, karna yang pertama kami tempuh adah daerah pasaman, ujung Sumatra barat yang berbatasan dengan Sumatra utara, dan pada pukul 16:00 kami tiba ke rantau berangin kabupaten Kampar – Riau, kami meneruskan perjalanan dan pukul 18:00 kami sampai di kelok 9 dan perjalan ini kita lanjutkan tanpa tulisan tapi dangan gambar aja ya:
















Dua hari perjalanan kembali ke Pekanbaru,Sumatra barat bye see you next year
Senin 26 Desember 2011

 sekedar ungkapan hati


Blogger Indonesia

.:[Close][Klik 2x]:.
" Terimakasih atas kunjungan anda ".... Jangan Lupa tinggalkan pesan di ShoutMix



Powered by IP2Location.com

TERIMAKASIH

SEKEDAR UNGKAPAN HATI